Archive for the ‘Uncategorized’ Category

MUHASABAH DENGAN PRINSIP KAIZEN

27 November 2012

Berbahagialah bagi mereka yang memperoleh nikmat umur yang panjang dan mengisinya dengan amalan-amalan yang baik dan perbuatan-perbuatan yang bijak.

Rasulullah SAW bersabda : “Sebaik-baik manusia adalah orang yang panjang umurnya dan baik amalannya (HR Ahmad)

Dalam menyambut tahun baru Hijriah, sangat penting bagi kita untuk berkaca diri, menilai dan menimbang amalan-amalan yang telah kita perbuat dan dosa atau maksiat yang telah kita kerjakan.

Penilaian ini bukan hanya untuk mengetahui seberapa besar perbuatan amal atau dosa kita, tetapi agar tahun mendatang lebih baik dengan memperbanyak ibadah dan amal saleh serta mengurangi perbuatan dosa dan amal salah.

 

Dalam agama Islam, bulan Muharram, merupakan salah satu di antara empat bulan yang dinamakan bulan haram.

Dalam Firman Allah SWT :

Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram (suci). Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu.” (QS. At Taubah: 36)

 

Empat bulan suci yang dimaksud adalah (1) Dzulqo’dah; (2) Dzulhijjah; (3) Muharram; dan (4) Rajab.

 

Lalu kenapa bulan-bulan tersebut disebut bulan haram?

Al Qodhi Abu Ya’la rahimahullah  mengatakan, “Dinamakan bulan haram karena dua makna.

Pertama, pada bulan tersebut diharamkan berbagai pembunuhan. Orang-orang Jahiliyyah pun meyakini demikian.

Kedua, pada bulan tersebut larangan untuk melakukan perbuatan haram lebih ditekankan daripada bulan yang lainnya karena mulianya bulan tersebut. Demikian pula pada saat itu sangatlah baik untuk melakukan amalan ketaatan.

 

Karena pada saat itu adalah waktu sangat baik untuk melakukan amalan ketaatan, sampai-sampai para salaf sangat suka untuk melakukan puasa pada bulan haram.

Sufyan Ats Tsauri mengatakan, “Pada bulan-bulan haram, aku sangat senang berpuasa di dalamnya.”

Ibnu ‘Abbas mengatakan, “Allah mengkhususkan empat bulan tersebut sebagai bulan haram, dianggap sebagai bulan suci, melakukan maksiat pada bulan tersebut dosanya akan lebih besar, dan amalan sholeh yang dilakukan akan menuai pahala yang lebih banyak.

 

Dari Syadad bin Aus r.a., dari Rasulullah saw., bahwa beliau berkata, “Orang yang pandai adalah yang menghisab (mengevaluasi) dirinya sendiri serta beramal untuk kehidupan sesudah kematian. Sedangkan orang yang lemah adalah yang dirinya mengikuti hawa nafsunya serta berangan-angan terhadap Allah SWT

(HR. Imam Turmudzi, ia berkata, ‘Hadits ini adalah hadits hasan’)

 

Umar r.a. mengemukakan:”Hisablah (evaluasilah) diri kalian sebelum kalian dihisab, dan berhiaslah (bersiaplah) kalian untuk hari aradh akbar (yaumul hisab). Dan bahwasanya hisab itu akan menjadi ringan pada hari kiamat bagi orang yang menghisab (evaluasi) dirinya di dunia”.

 

HAL-HAL YANG AHRUS DILAKUKAN DALAM BERMUHASABAH AWAL TAHUN HIJRIYAH :

 

BERSYUKUR

Allah SWT berfirman dalam QS 14 Ibrahim Ayat  7 :

“Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.“

 

Dalam surat An-Nahl ayat 78, ada nikmat yang lain yang harus disyukuri manusia, “ Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatupun, dan dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur.”

 

 

Refleksi syukur yang dilakukan dengan optimal akan menghasilkan tambahan :

–           Nikmat dari Allah (ziyadatun ni’mah),

–           Dalam bentuk keimanan yang bertambah (ziyadatul iman)

–           Ilmu yang bertambah, (ziyadatul ‘ilmi)

–           Amal yang bertambah (ziyadatul amal)

–           Rezeki yang bertambah (ziyadatur rizki)

–           Dan akhirnya mendapatkan puncak dari kenikmatan yaitu dimasukan ke dalam surga dan dibebaskan dari api neraka.

Demikianlah janji Allah yang disebutkan dalam surat Ibrahim ayat 7 diatas, “Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan: “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.”

 

BERTAUBAT

 

Allah SWT memerintahkan untuk BERTAUBAT setelah menyebut dosa-dosa kecil dan besar.

 

Allah SWT berfirman : “Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang mereka perbuat. Katakanlah kepada wanita yang beriman: Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara laki-lai mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita Islam , atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak memiliki keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yagn mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.” (an-Nur: 30-31)

 

Dalam Ayat yang lain Allah SWT juga memerintahkan untuk BERTAUBAT dari dosa-dosa kecil,  secara khusus dalam firman-Nya:

Hai orang-orang yang beriman, janganlah suatu kaum mengolok-olokkan kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olokkan) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olokkan) dan jangan pula wanita-wanita (mengolok-mengolokkan) wanita-wanita yang lain (karena) boleh jadi wanita-wanita (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari wanita (yang mengolok-olokkan) dan janganlah kamu mencela dirimu sendiri dan janganlah kamu panggil memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. Seburuk-buruk pangilan ialah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barangsiapa yang tidak TAUBAT, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.” (Al Hujurat: 11)

 

Di antara ulama mutaakhirin ada yang berkata: wajib mengerjakan salah satu perkara: TAUBAT darinya, atau melakukan beberapa amal baik yang dapat menghapuskan dosa itu.

Namun, sebenarnya TAUBAT diperintahkan kepada seluruh orang mukallaf (muslim, dewasa dan tidak mengalami gangguan jiwa maupun akal).

Dan seluruh kaum mu’minin diperintahkan untuk BERTAUBAT. Seperti disebutkan dalam ayat al Quran di atas: “Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.”

 

Dan ada pula orang yang BERTAUBAT dari kelalaian hatinya.

 

Juga ada yang BERTAUBAT dari maqam yang ia tempati yang seharusnya ia naik ke maqam yang lebih tinggi.

Dan ini adalah TAUBAT Nabi SAW seperti sabda Nabi :

Wahai manusia, bertaubatlah kepada Allah SWT karena sesungguhnya aku BERTAUBAT kepada Allah SWT dalam sehari sebanyak seratus kali.

 

PUASA MUHARRAM  

 

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu dia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
Puasa yang paling utama setelah (puasa) Ramadhan adalah (puasa) di bulan Allah (bulan) Muharram, dan shalat yang paling utama setelah shalat wajib (lima waktu) adalah shalat malam“.

 

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ditanya tentang keutamaannya beliau bersabda:

Puasa ini menggugurkan (dosa-dosa) di tahun yang lalu“.

 

Lebih utama lagi jika puasa tanggal 10 Muharram digandengankan dengan puasa tanggal 9 Muharram, dalam rangka menyelisihi orang-orang Yahudi dan Nashrani, karena Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika disampaikan kepada beliau bahwa tanggal 10 Muharram adalah hari yang diagungkan orang-orang Yahudi dan Nashrani, maka beliau bersabda,

Kalau aku masih hidup tahun depan, maka sungguh aku akan berpuasa pada tanggal 9 Muharram (bersama 10 Muharram).

 

MENETAPKAN TARGET

 

Allah SWT berfirman, dalam QS 59 AL HASYR,  18 :

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan”

 

Target-target yang harus ditetapkan :

ü  Target akherat

ü  Target ibadah

ü  Target dunia

 

 

 

Allah SWT berfirman dalam QS 47 : Muhammad ayat 22-23:

” Maka apakah kiranya jika kamu berkuasa kamu akan membuat kerusakan di muka bumi dan memutuskan hubungan kekeluargaan? Mereka itulah orang-orang yang dila’nati Allah dan ditulikan-Nya telinga mereka dan dibutakan-Nya penglihatan mereka”

 

Tiga macam dari akhlak orang ahli surga, tidak terdapat kecuali pada orang yang baik, pemurah hati yaitu:

  • Berbuat baik kepada orang berbuat jahat kepadanya
  • Memaafkan orang yang zalim kepadanya
  • Loman (suka memberi) kepada orang yang bakhil kepadanya

 

Semoga bermanfaat Mohon maaf atas kekurangan dan khilafan.

 

Sumber materi : http://www.kompasiana.com/, http://www.dakwatuna.com, http://muslim.or.id , Terjemahan Index Al-Qur’an dan Materi Training Kaizen

Production Management

24 Maret 2009

Machine (Mesin)
Method (Cara kerja)
Material (Material / modal)
Man (Manusia)
Manajemen
Productivity (Produktivitas)
Record (Laporan/Label Tag)
Continual Improvement (Perbaikan terus menerus)

Hello world!

25 Desember 2008

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!